Sabtu, 20 April 2013

Cara Kerja Teknologi Garis Gawang













Cara kerja teknologi garis gawang


Goal-line technology adalah teknologi yang digunakan dalam pertandingan sepak bola untuk menentukan apakah bola telah melewati garis gawang atau belum. Ada 3 komponen utama yang dibutuhkan dalam penerapan goal-line technology ini, yaitu :


Cara kerja teknologi garis gawang

Bola yang digunakan dalam teknologi ini tentu bukan bola sepak biasa, melainkan bola yang telah dimodifikasi. Bentuk bola tersebut memang tidak jauh beda dengan bola pada umumnya. Bentuknya tetap bundar dengan bahan 100 persen polyurethane. Yang tampak berbeda hanya desain luar. Bentuknya tidak lagi terdiri atas bidang-bidang heksagonal dan pentagonal. Namun, garis-garisnya didesain berupa lengkungan-lengkungan yang berbentuk mendekati angka 8. Di dalam bola ini terdapat microchip yang diikat dengan kawat tipis supaya letaknya tetap berada di tengah bola. Microchip dibuat sedemikian rupa agar tidak rusak ketika mengalami guncangan atau tendangan yang keras. Microchip ini bertugas untuk mengirimkan sinyal yang berisi informasi mengenai posisi bola di lapangan. Berat bola mengikuti standard pada umumnya dan tidak dipengaruhi oleh adanya microchip


Unit Penerima

Unit ini menerima pesan dari komputer pusat dan menentukan apakah goal telah dicetak. Unit ini berbentuk seperti jam tangan yang dipakai oleh hakim garis dan wasit yang bertugas saat pertandingan. Pesan ”goal” yang dikirim dapat berupa pesan visual, audio, atau getaran.
Kabel tipis akan diletakkan di sekeliling area gawang untuk menciptakan medan magnetik. Kabel tersebut berdiameter 2 mm dan ditanam didalam tanah sedalam 15-20 cm. Medan magnetik ini akan membuat microchip dalam bola bereaksi ketika bola melewati garis gawang. Kerja kabel ini tidak akan dipengaruhi oleh perubahan cuaca selama pertandingan berlangsung.


Cara Kerja

Goal-line technolgy ini menggunakan sistem RFID (Radio Frequency Identification). Kegunaan dari sistem RFID ini adalah untuk mengirimkan data dari perangkat portable dan kemudian dibaca oleh RFID reader dan kemudian diproses oleh komputer. Pada goal-line technology, RFID terdiri dari microchip yang dipasang di tengah bola dan antena yang terletak di sekeliling lapangan. Selain dipasang di tengah bola, microchip juga dipasang pada kaki pemain. Dengan itu kita dapat mengetahui letak bola dan pemain selama pertandingan
berlangsung. Pengiriman data dapat dilakukan dengan cepat karena menggunakan frekuensi yang tinggi, yaitu 2.4 GHz ISM band. Sistem ini dapat mengukur 100.000 pengukuran tiap detiknya
Akurasi berkisar antara satu sampai dua cm, walaupun objek bergerak dengan kecepatan 140 km per jam. Terdapat 6 hingga 10 antena di sekeliling lapangan untuk menentukan posisi secara 3 dimensi. Di sekitar garis gawang dan area penalti terdapat kabel tipis yang dialiri oleh arus listrik, yang kemudian menghasilkan medan magnetik. Ketika bola melewati garis batas gawang, microchip pada bola akan mendapat sinyal dan mengirim pesan ke antena receiver. Terdapat sepasang receiver terletak di belakang gawang, yang berfungsi untuk melanjutkan  pesan ke komputer pusat. Pesan yang dikirim oleh microchip juga mengalami enkripsi. Hal ini untuk mencegah pihak luar melakukan modifikasi pada pesan/data yang dikirim. Setelah itu giliran komputer pusat yang mengirimkan pesan ke penangkap sinyal yang berada pada jam tangan wasit. Tentu saja dilengkapi dengan tampilan data mengenai catatan waktu ketika gol itu dicetak. Dengan demikian hasil gol akan tercatat dengan akurat dan tidak lagi menimbulkan kontroversi seperti yang selama ini terjadi. Goal-line technology sendiri sampai sekarang masih terus dikembangkan dan baru diuji pada beberapa pertandingan sepakbola. Diharapkan teknologi ini dapat membantu pertandingan agar dapat berjalan dengan lancar dan adil.

Untuk lebih jelas, mari kita simak video ini:
sumber:http://ozzycl82.blogspot.com/2012/04/cara-kerja-teknologi-garis-gawang.html


Stikom Bali, Kampus Tercerdas II di Indonesia




PENGHARGAAN demi penghargaan telah diraih Kampus ICT pertama Stikom Bali ini. Walaupun usianya relatif sangat muda, namun berbagai prestasi dan penghargaan telah diraih secara gemilang. Setelah masuk jajaran kampus kelas dunia selama tiga tahun berturut-turut versi webomatric, dan disusul lagi dengan dinobatkannya Stikom Bali sebagai The Best Campus di Bali pada pengujung tahun 2011 oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat.

Bulan Maret 2012 ini tepatnya Rabu, 14 Maret 2012, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional, serta Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) di Jakarta mengumumkan bahwa Stikom Bali masuk jajaran The Best Two Smartest Campus 2012 (Kampus Tercerdas II) kategori Sekolah Tinggi di Indonesia pada acara TeSCA 100 Smartest Campus (Seratus Perguruan Tinggi Indonesia yang Berhasil Mengimplementasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi). Adapun indikator penilaian predikat kampus pintar versi TesCA 2011, meliputi tata kelola kampus, infrastruktur dan fasilitas, sistem dan aplikasi, informasi dan konten, serta pemangku kepentingan teknologi informasi dan komunikasi di lingkup universitas.

Ditemui di sela-sela acara Workshop Penulisan Buku bagi Para Dosen, Ketua Stikom Bali Drs. Dadang Hermawan, Ak., M.M. menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya, karena kerja keras seluruh civitas akademika telah membuahkan hasil. Sehingga, dalam waktu yang tidak terlalu lama Stikom Bali telah mampu tampil sebagai kampus yang cukup diperhitungkan di tingkat nasional.

Dadang tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya atas prestasi yang diraihnya pada ajang TeSCA Award tersebut, karena penghargaan ini dilaksanakan oleh perusahaan negara yang berskala internasional yang tentu saja menjunjung tinggi nilai-nilai objektivitas, independensi dan kompetensi. Dan, yang lebih membanggakan lagi, bahwa dari sekitar 400 perguruan tinggi yang dinilai pada ajang tersebut, Stikom Bali merupakan satu-satunya kampus yang usianya paling muda yakni baru 9 tahun.

Ke depan dengan penghargaan ini, Stikom Bali dengan budaya organisasinya mengedepankan perubahan, berorientasi pada reward & punishment, dan berfokus pada costumer satisfaction, akan terus proaktif, kreatif dan inovatif menuju kampus yang selalu terdepan dalam penguasaan teknolgi informasi dan komunikasi, baik di tingkat nasional maupun di percaturan global.

Pada akhir keterangannya, Dadang mengatakan bahwa saat ini Stikom Bali yang mempunyai tiga program studi skala nasional dan satu skala internasional telah memulai menerima mahasiswa baru tahun ajaran 2012/2013 dan sudah terjaring sekitar 400 orang. (ad5)

Sumber:
http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=11&id=63632

selamat datang

Ruang Komunikasi

Sabtu, 20 April 2013

Cara Kerja Teknologi Garis Gawang
Goal-line technology  adalah teknologi yang digunakan dalam pertandingan sepak bola untuk menentukan apakah bola telah...
Stikom Bali, Kampus Tercerdas II di Indonesia
PENGHARGAAN demi penghargaan telah diraih Kampus ICT pertama Stikom Bali ini. Walaupun usianya relatif sangat ...

 
Template Indonesia | Welcome Fellas
Aku cinta Indonesia